+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

NGERI: PEMILIK SANDAL DITERJANG TSUNAMI

  • Home / Cerita Santri / NGERI: PEMILIK SANDAL…
NGERI: PEMILIK SANDAL DITERJANG TSUNAMI

NGERI: PEMILIK SANDAL DITERJANG TSUNAMI

Mereka yang selamat selalu punya cerita. Bencana gempa bumi dan tsunami yang menghantam Palu akhir September lalu, membekas kuat di dalam ingatan warga.

Ratno Sukendro mengisahkan temannya, seorang penjual sandal bernama Mis (25). Jum’at sore itu, menjelang petaka datang, Mis tengah berdagang sandal. Dagangannya ia buka di seputaran area pantai Talise, Palu. Di situlah tempat persiapan acara pembukaan Festival Palu Nomoni ke-3 tengah berlangsung. Masyarakat antusias. Mereka berkerumun. Ramai nian manusia.

Baca Juga: Keajaiban di Desa Loli Pesua dan Loli Saluran

Tanpa diduga, terjadilah gempa. Mis terhenyak. Tanah yang dipijak bergoyang. Tak lama berselang. Air laut setinggi pohon kelapa. Setinggi tujuh sampai delapan meter. Menerjang daratan. Tsunami mengganyang.

Mis dan warga lainnya sempat tenggelam. Dimangsa air laut sekitar lima menit. “Saya berada di dalam lautan sekitar lima menit,” katanya coba mengingat.

Saat tenggelam, Mis tidak banyak memikirkan apapun. Hatinya sibuk menyebut nama Allah, Allah, Allah. Sementara tubuhnya terseret-seret arus. Terombang-ambing air laut.

Di tengah kondisi mencekam seperti itu, naluri mencari selamat dalam diri Mis tetap ada. Dia mendapati batang pohon. Lokasinya tak jauh dari jangkauan. Segera dia berpegangan. Ia pun bisa berdiri di atasnya. “Sempat saya bisa berdiri di atas batang kayu itu selama sepuluh menit,” bebernya.

Hari mulai gelap. Tak ada cahaya terlihat. Mis baru sadar, dirinya tidak ditutupi sehelai kain pun. Ia berusaha minta tolong pada beberapa orang yang lewat di sekitar. Tapi tidak dihiraukan. Keadaan air laut yang naik ke daratan perlahan surut. Mis mulai bisa berpijak di tanah yang becek oleh lumpur.

Dia melihat seorang bapak. Ia mengendarai motor. Bapak itu mau memberi tumpangan. Menjauh dari lokasi pantai Talise. Mis diturunkan di masjid besar. Di masjid itu, Mis diberi handuk, baju dan celana.

Waktu subuh tiba. Mis berjalan kaki menuju Jalan Tanamea Barat. Tempat gudang penjualan sandal. Dia pun bertemu kakaknya di siang hari.

Mis bersyukur atas pertolongan Allah. Tak henti lisannya mengucap tahmid alhamdulillah.

Semoga, keselamatan yang Allah berikan menjadi semangat untuk memperbaiki amalan dan memperbanyak istighfar.

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
▪+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
▪+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu

Leave a Reply

E-posta hesabınız yayımlanmayacak. Gerekli alanlar * ile işaretlenmişlerdir

%d blogcu bunu beğendi: