+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Mobil-Mobil Tergulung Tsunami Sudah Dievakuasi

  • Home / Distribusi / Mobil-Mobil Tergulung Tsunami…
Mobil-Mobil Tergulung Tsunami Sudah Dievakuasi

Mobil-Mobil Tergulung Tsunami Sudah Dievakuasi

Tak hanya korban jiwa. Keganasan tsunami Selat Sunda juga menerjang berbagai harta benda. Mulai villa mewah, rumah warga, mobil, motor, hingga perahu nelayan.

Pada investigasi perdana Tim Peduli Bencana, Kamis (27/12), di pesisir pantai Tanjung Lesung bekas terjangan tsunami yang menggulung kendaraan bermotor masih tampak.

Mobil-mobil mewah seperti New Pajero Sport dan New Innova, masih teronggok di tempatnya usai dihantam tsunami. Keadaan mobil-mobil itu rusak parah. Ringsek di sana-sini. Sementara aneka merek motor terkumpul di satu titik halaman rumah warga. Menghindari pencurian. Atau dipreteli bagian demi bagian oleh orang yang memanfaatkan kesempatan.

Selang empat hari kemudian, Selasa (1/1). Saat Tim Peduli Bencana kembali ke Tanjung Lesung. Menyisir rute Kecamatan Sumur – Tanjung Lesung, mobil-mobil yang sudah hancur itu tidak terlihat lagi. Termasuk motor-motor rusak juga sudah diamankan pihak kepolisian.

Semoga bencana tsunami yang merenggut jiwa dan harta benda, membuat manusia sadar akan kesalahannya serta mau segera bertaubat kepada Allah.

Bukan sekali. Tapi tiga kali. Gelombang tsunami menghantam pemukiman padat penduduk di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Jeda hanya beberapa detik. Dari gelombang pertama, kedua dan ketiga.

Warga Sumber Jaya, Arif (35), sempat melihat gelombang tsunami bergerak dari tengah laut. Saat kejadian malam Ahad lalu, 22 Desember 2018.

“Ketika itu sedang terang bulan, purnama. Air laut biasa pasang agak tinggi. Tidak ada tanda-tanda tsunami akan datang. Tiba-tiba jam sembilan lewat, terlihat di kejauhan hingga menutupi Pulau Umang, gelombang sangat tinggi yang membuat rumah-rumah bagang ikan terangkat ke atas,” katanya kepada Tim Peduli Bencana (TPB), Selasa (1/1).

Arif mengisahkan baru selesai salat Isya, kemudian lampu mati. Dia pun keluar rumah, lantas melihat penampakan gelombang tsunami menuju perkampungan warga. “Mengerikan sekali kalau mengingatnya,” ujarnya.

Arif dengan sigap membawa keluar anak dan istri. Tak lupa menggedor pintu tetangga kontrakan. Menyuruh agar semua lari ke perbukitan.

“Ketika sedang siap-siap lari ke belakang rumah, gelombang pertama menghantam. Teriakan ‘tsunami.. tsunami..’ terdengar keras. Warga ketakutan. Panik bukan kepalang. Sesaat kemudian gelombang lebih besar dan tinggi menyapu daratan. Disusul gelombang ketiga berturut-turut,” paparnya.

Menurut Arif, gelombang kedua membuat rumah-rumah warga porak-poranda. Hingga rata tanah. Gelombang kedua pula yang mematahkan tiang-tiang listrik dari beton.

“Gelombang kedua yang paling besar dan menakutkan. Beberapa warga meninggal digulung ombaknya. Termasuk dua anak Dasep,” bebernya.

Gelombang Kedua Menyeret Pagar Pembatas Pantai

Senada disampaikan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Sumber Jaya, Serda MY Rusdi.

Sambil berlari menjauhi pantai, dia sempat melihat gelombang kedua meloncati Pulau Umang dan Oar yang berjarak 1 KM dari bibir pantai Desa Sumber Jaya.

“Begitu kuat terjangan gelombang tsunami yang kedua. Pagar pembatas laut dan pemukiman warga terseret sampai seratus meter. Belum lagi batu-batu di pinggir pantai, berserakan menghantam rumah warga,” tuturnya.

Masyaallah.. Begitu dahsyat teguran Allah subhanahu wa ta’ala lewat bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang.

Ratusan rumah tersapu habis. Hilang tak berbekas. Menyisakan puing kenangan dan kepedihan di hati.

Semoga musibah ini mendatangkan hikmah yang baik. Agar manusia mau segera bertaubat dan memperbaiki amalan.

 

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪️+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪️+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
▪️+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
#peduliTsunamiSelatSunda

Leave a Reply

E-posta hesabınız yayımlanmayacak. Gerekli alanlar * ile işaretlenmişlerdir

%d blogcu bunu beğendi: