+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Di Paniis 40 Rumah Rusak, 25 Unit di Antaranya Hancur Total

  • Home / Distribusi / Di Paniis 40…
Di Paniis 40 Rumah Rusak, 25 Unit di Antaranya Hancur Total

Di Paniis 40 Rumah Rusak, 25 Unit di Antaranya Hancur Total

Warga Kampung Paniis menerima dengan hangat kunjungan Tim Peduli Bencana (TPB), Selasa malam (12/2).

Perjalanan panjang selama sebelas jam dari Tangerang, jadi membahagiakan begitu tiba di sana. Kampung wisata yang berada persis di bibir pantai Samudera Hindia itu merupakan kawasan terparah terjangan tsunami di Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Koordinator lapangan (Korlap) TPB Selat Sunda, ustad Abdul Malik langsung berbaur dengan warga. Beliau sudah pernah ke lokasi ini sebelumnya dua kali.

“Sebelumnya saya sudah mengontak Babinsa Taman Jaya. Diarahkan langsung menemui RW kampung ini, Pak Kiwong untuk penyerahan bantuan dari donasi para donatur,”

kata ustad Abdul Malik.

Rumah-rumah di Gerbang Masuk Kampung Rata dengan Tanah

Memilukan. Begitu kesan saat memasuki kawasan Kampung Paniis. Rumah warga di kanan-kiri gapura gerbang masuk kampung, hancur total. Rata dengan tanah.

Jarak gapura masuk dengan bibir pantai, hanya lima meter saja. Dipisah jalan desa yang cukup berpapasan untuk dua mobil. Laut lepas terbentang. Gradasi warna biru muda dan hijau tua tampak memukau. Pasir putihnya menggoda untuk dipijak.

Ketua RW 06 Kampung Paniis, Kiwong (50) mengungkapkan, di Paniis terdapat 123 KK. Total rumah yang hancur 25 unit. Sementara rumah rusak sedang 40 unit.

“Warga bersyukur atas kedatangan Tim Peduli Bencana. Kampung kami termasuk yang terparah kedua tersapu tsunami setelah Desa Sumber Jaya,”

ucapnya.

Tersisa Satu Desa Belum Kami Kunjungi

Di Kecamatan Sumur, Kampung Paniis merupakan lokasi terparah kedua setelah Desa Sumber Jaya. Di sebelah Paniis masih ada lagi satu daerah terdampak bencana tsunami, yaitu Kampung Tanjung Lame, Desa Ujung Jaya.

Keterangan ini TPB peroleh dari keluarga Pak Kiwong, sebut saja Asep (23).

Asep menyebutkan Ujung Jaya merupakan desa terujung yang berbatasan langsung dengan hutan rimba habitat badak Jawa.

“Secara umum, Kecamatan Sumur sudah masuk bagian Taman Nasional Ujung Kulon. Hanya saja desa terakhir yang berbatasan langsung dengan hutan tempat badak Jawa tinggal, ya Ujung Jaya. Di sana ada kampung Tanjung Lame yang rumah warganya juga tersapu tsunami,”

papar Asep.

Akankah TPB menembus desa terakhir paling ujung di Kecamatan Sumur, Desa Ujung Jaya? Setelah sebelumnya berhasil sampai di Desa Sumber Jaya dan Taman Jaya, biidznillah..

Ikuti reportase kegiatan TPB selanjutnya. Semoga Allah memudahkan urusan kita semua di dunia dan akhirat.

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪️+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪️+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
▪️+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu

Leave a Reply

E-posta hesabınız yayımlanmayacak. Gerekli alanlar * ile işaretlenmişlerdir

%d blogcu bunu beğendi: