+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Tergulung Tsunami, Ibu Tukang Masak Selamat

  • Home / Informasi / Tergulung Tsunami, Ibu…
Tergulung Tsunami, Ibu Tukang Masak Selamat

Tergulung Tsunami, Ibu Tukang Masak Selamat

Banyak cerita dari mereka yang Allah selamatkan dari terjangan tsunami di pantai Tanjung Lesung, malam Ahad (22/12).

Korban bergelimpangan di villa Omah Joglo Desa Cipenyu. Beruntung istri pak Sarda (45), sebut saja Euis (40), masih selamat walau tubuh penuh luka robek dan lebam.

Kepada Tim Peduli Bencana yang berhasil menembus lokasi terdampak bencana di pesisir Tanjung Lesung, Kamis (27/12), Sarda menceritakan kejadian pilu itu.

Istrinya Euis, sudah cukup dikenal sebagai tukang masak bila ada tamu di villa Omah Joglo. Sebuah kompleks villa eksklusif dengan bangunan khas joglo. Di tengah villa terdapat laguna air tawar. Jarak ke bibir pantai yang berpasir putih hanya 10 meter saja.

“Hari itu istri saya dapat panggilan untuk memasak. Ada 70 tamu di villa. Asyik menikmati pentas musik,” kata Sarda.

Dia mengungkapkan detik-detik tsunami datang, warga sekitar pantai mendengar bunyi dentuman dari tengah laut. Setelah itu mati lampu. “Nah, dalam hitungan detik tsunami menerjang. Tamu-tamu banyak yang tidak menyadari itu. Termasuk istri saya. Suara pentas musim malam itu mengalahkan suara gemuruh tsunami yang datang,” tuturnya.

TRAUMA PULANG KE RUMAH

Sarda melanjutkan, usai tsunami menghantam suasana mencekam. Hujan deras. Angin besar. Orang-orang berteriak. Lampu mati.

“Saya ingat istri, ada di area villa. Mayat sudah dimana-mana berserakan. Alhamdulillah, saya menemukan istri dalam kondisi memprihatinkan, tapi masih hidup. Tubuhnya penuh luka,” paparnya.

Menurut sang istri, begitu tsunami datang dia tergulung hempasan ombak hingga tenggelam beberapa waktu. Tubuhnya membentur banyak benda. Hingga tergores benda tajam. Luka di sana-sini.

Pasca kejadian, Sarda dan istri malam itu juga tinggal di perbukitan. Tinggal di puncak-puncak bukit. Sampai kemudian menetap sementara di rumah saudara.

Bila siang hari, Sarda turun bukit. Melihat kondisi rumah dan menjaga keamanannya. Ini secara umum dilakukan juga warga lainnya. Begitu malam datang, kaum lelaki kembali naik bukit. Bermalam di sana.

“Istri saya trauma untuk turun bukit. Belum mau pulang ke rumah. Masih ngeuri melihat pantai,” tandasnya.

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪️+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪️+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
▪️+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: