+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

PENGUNGSI TSUNAMI SELAT SUNDA MENUMPANG DI RUMAH-RUMAH WARGA

  • Home / Darurat / PENGUNGSI TSUNAMI SELAT…
PENGUNGSI TSUNAMI SELAT SUNDA MENUMPANG DI RUMAH-RUMAH WARGA

PENGUNGSI TSUNAMI SELAT SUNDA MENUMPANG DI RUMAH-RUMAH WARGA

Harta benda ludes. Rumah tempat bernaung raib seketika. Bencana tsunami Selat Sunda yang menyapu pesisir pantai Pandeglang, 22 Desember 2018, membuat ratusan warga kehilangan tempat berteduh.

Seperti dialami Hasanah (62). Nenek 10 cucu itu mengungkapkan kesedihan kepada Tim Peduli Bencana yang menemuinya, Selasa (1/1).

Dia bersama suami tinggal di rumah warga lain tetangga desa. Masih di Kecamatan Sumur, hanya saja letaknya di ketinggian. Jauh dari bibir pantai.

“Ini emak tinggal di rumah orang. Dikasih tempat berteduh sementara di bagian luar depan rumah. Sekarang emak sudah tidak punya rumah lagi,” katanya sambil menahan tangis.

Saat tsunami menerjang, Hasanah mengaku diselamatkan tetangga. Dia dievakuasi ke lokasi aman tempat pengungsi berkumpul. “Malam itu emak coba kembali ke rumah. Mau lihat kondisinya. Emak sedih sekali begitu tahu rumah sudah tidak tersisa. Tinggal puing-puing,” ucapnya.

Wanita tua yang sehari-hari berjualan sapu lidi itu menuturkan, hatinya gelisah di malam bencana terjadi. Suasana laut cukup tenang. Terlebih sedang terang bulan.

Hanya saja yang membuat khawatir, malam itu banyak orang berkumpul di arena Korsel Gembira pinggir laut.

“Mungkin karena cuaca cerah, ditambah malam minggu, banyak orang datang ke sana. Eh, kita enggak ada yang tahu tiba-tiba tsunami datang,” ujarnya.

Kini harapan emak Hasanah, ingin bisa kembali punya tempat tinggal. Dia memohon kepada Allah agar ada yang membantu membangun lagi kediamannya.

“Emak masih ingin tetap tinggal di Sumur. Trauma pasti ada. Tapi kita tawakal saja sama Allah. Semoga rumah emak bisa segera berdiri lagi,” harapnya.

💩 30 Rumah Tersapu Tsunami di RT 09 Desa Sumber Jaya

Ketua RT 09 RW 05 Desa Sumber Jaya, M Yasir (50), senasib dengan emak Hasanah. Dia kini menumpang hidup di rumah warga di Kecamatan Cibaliung.

“Rumah saya dan 29 rumah warga lainnya hilang digulung tsunami. Sekarang saya menumpang tidur di rumah kenalan, jauh dari sini,” jelasnya.

Bila siang, Yasir datang ke posko pengungsian warga tak jauh dari lokasi tempat tinggalnya dulu. Menerima bantuan dari donatur yang datang. Mengumpulkan bantuan. Kemudian membagikannya secara merata kepada pengungsi.

Yasir juga sempat memberikan data 30 KK yang rumahnya hilang tersapu tsunami, kepada Tim Peduli Bencana. Besar harapannya ada donatur yang mau membantu pembangunan rumah warga kembali.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

✅ Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

✅ Official Website:

Website Resmi Peduli Bencana

✅ Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

✅ Email:
info@pedulibencana.com

Leave a Reply

Deine E-Mail-Adresse wird nicht veröffentlicht. Erforderliche Felder sind mit * markiert.

%d Bloggern gefÀllt das: