+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Gelombang Tsunami Selat Sunda Menerjang Hingga Tiga Kali

  • Home / Informasi / Gelombang Tsunami Selat…
Gelombang Tsunami Selat Sunda Menerjang Hingga Tiga Kali

Gelombang Tsunami Selat Sunda Menerjang Hingga Tiga Kali

Bukan sekali. Tapi tiga kali. Gelombang tsunami menghantam pemukiman padat penduduk di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Jeda hanya beberapa detik. Dari gelombang pertama, kedua dan ketiga.

Warga Sumber Jaya, Arif (35), sempat melihat gelombang tsunami bergerak dari tengah laut. Saat kejadian malam Ahad lalu, 22 Desember 2018.

“Ketika itu sedang terang bulan, purnama. Air laut biasa pasang agak tinggi. Tidak ada tanda-tanda tsunami akan datang. Tiba-tiba jam sembilan lewat, terlihat di kejauhan hingga menutupi Pulau Umang, gelombang sangat tinggi yang membuat rumah-rumah bagang ikan terangkat ke atas,” katanya kepada Tim Peduli Bencana (TPB), Selasa (1/1).

Arif mengisahkan baru selesai salat Isya, kemudian lampu mati. Dia pun keluar rumah, lantas melihat penampakan gelombang tsunami menuju perkampungan warga. “Mengerikan sekali kalau mengingatnya,” ujarnya.

Arif dengan sigap membawa keluar anak dan istri. Tak lupa menggedor pintu tetangga kontrakan. Menyuruh agar semua lari ke perbukitan.

“Ketika sedang siap-siap lari ke belakang rumah, gelombang pertama menghantam. Teriakan ‘tsunami.. tsunami..’ terdengar keras. Warga ketakutan. Panik bukan kepalang. Sesaat kemudian gelombang lebih besar dan tinggi menyapu daratan. Disusul gelombang ketiga berturut-turut,” paparnya.

Menurut Arif, gelombang kedua membuat rumah-rumah warga porak-poranda. Hingga rata tanah. Gelombang kedua pula yang mematahkan tiang-tiang listrik dari beton.

“Gelombang kedua yang paling besar dan menakutkan. Beberapa warga meninggal digulung ombaknya. Termasuk dua anak Dasep,” bebernya.

Gelombang Kedua Menyeret Pagar Pembatas Pantai

Senada disampaikan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Sumber Jaya, Serda MY Rusdi.

Sambil berlari menjauhi pantai, dia sempat melihat gelombang kedua meloncati Pulau Umang dan Oar yang berjarak 1 KM dari bibir pantai Desa Sumber Jaya.

“Begitu kuat terjangan gelombang tsunami yang kedua. Pagar pembatas laut dan pemukiman warga terseret sampai seratus meter. Belum lagi batu-batu di pinggir pantai, berserakan menghantam rumah warga,” tuturnya.

Masyaallah.. Begitu dahsyat teguran Allah subhanahu wa ta’ala lewat bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang.

Ratusan rumah tersapu habis. Hilang tak berbekas. Menyisakan puing kenangan dan kepedihan di hati.

Semoga musibah ini mendatangkan hikmah yang baik. Agar manusia mau segera bertaubat dan memperbaiki amalan.

 

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪️+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪️+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
▪️+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
#peduliTsunamiSelatSunda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: