+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Kearifan Warga Batusela

  • Home / Medis / Kearifan Warga Batusela
Kearifan Warga Batusela

Kearifan Warga Batusela

“Silak Ustadz! Silak Ustadz!”

kata salah satu warga kepada kami dengan bahasa Lombok. Pria berjenggot putih ini mengajak kami untuk duduk di sebuah dipan tidur yang dijadikan sebagai balai-balai ruang tamu. Duduk di atas kursi plastik di samping reruntuhan bangunan bekas gempa.

Ternyata, jamuan makan malam telah terhampar di atas balai-balai. Sederhana tapi teranggap mewah menurut kami. Sebab, di tengah kondisi gempa tentu makanan seperti sulit dan mahal. Subhanallah…

Obrolan hangat antara kami dengan warga menjadi bukti keramahan warga. Bukan kerabat bukan keluarga, tapi begitu akrab seperti saudara.

Pengobatan Gratis di Masjid Darurat Batusela Lombok Timur

Tim Komunitas Kesehatan Muslim (KKM) Kiswah menggelar pengobatan gratis bagi korban bencana di Dusun Batusela, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim).

Kegiatan pada Senin (15/10), memberi layanan kepada anak-anak hingga lansia. Tim Peduli Bencana dan Tim medis dari KKM Kiswah tiba di lokasi pukul 14.55 WITA. Pengobatan dimulai pukul 15.30 WITA, usai salat asar di masjid darurat setempat.

Dusun ini dihuni 120 KK. Sudah banyak Tim Medis yang ke daerah tersebut. Namun kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan medis selalu diperlukan kapan saja. Terlebih hampir 98 persen rumah penduduk di daerah ini hancur akibat gempa dengan kekuatan 7,0 SR pada 19 Agustus 2018.

Membuat warga terpaksa bernaung di bawah tenda terpal. Di atas runtuhan bangunan rumah mereka. Kondisi seperti ini menjadikan masyarakat di sini ini rawan terkena penyakit.

Belum lagi lokasi Dusun Batusela berada di pinggir pantai dan di bawah perbukitan. Saat musim hujan masyarakat harus siaga mengungsi. Akibat terjangan banjir yang mengalir dari perbukitan.

Baca juga: Nestapa, Terjebak Lumpur Saat Gempa

Langganan Banjir Bandang

Salah satu warga Batusela, Jalaludin mengungkapkan, dusun mereka sudah langganan terkena banjir bandang.

“Tiap tahun kami langganan terkena banjir bandang. Biasanya bulan Januari dan Maret,”

katanya. Dia menambahkan saat di masa pengungsian seperti ini warga makin khawatir. Jika tiba-tiba hujan turun, entah akan mengungsi kemana lagi.

Kaki Lemas Lari ke Gunung

Sebisa mungkin menyelamatkan diri. Begitu dialami mereka yang bertahan saat gempa bertubi datang. Termasuk lari ke gunung. Tak hirau kuat atau tidak, yang penting bisa menjauh agar tak tertimpa reruntuhan.

Seperti dilakukan ibu Rahimah. Warga Dusun Batusela itu mengaku sejak terjadi gempa, kakinya mudah lemas dan kesemutan.

“Sejak pertama gempa, kaki saya sering kesemutan. Karena kita sering lari ke gunung, ketakutan,”

ucapnya kepada dokter Irfan saat ditanya keluhannya.

Baca juga: Akses Putus, Pasutri Jalan Kaki, Pegunungan Ditembus

Sementara Pak Sukur memeriksakan kakinya yang tertusuk paku, tiga minggu lalu.

“Terasa semakin hari, tambah sakit,”

beber lelaki yang akrab disapa Amaq Inul itu. Dokter irfan segera menangani Pak Sukur. Memberi bius lantas membersihkannya dengan penuh perhatian.

Semoga masyarakat Batusela mendapat manfaat dari aksi pengobatan gratis tersebut. Dan semoga, kehadiran Tim Peduli Bencana di Lombok bisa meringankan penderitaan korban bencana gempa.

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪️+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪️+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
▪️+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
▪️+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: