+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Dua Hari Air Mati

  • Home / Darurat / Dua Hari Air…
Dua Hari Air Mati

Dua Hari Air Mati

Pernah mengalami kondisi air bersih di rumah kita terhenti selama dua hari? Tentu kita akan kelabakan dan kesulitan memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari: masak, mandi, mencuci, berwudhu, dll. Terutama kaum ibu dan anak-anak, apalagi yang punya bayi.

Nah, kesusahan mendapat air bersih, kini dialami warga Dusun Onggong Lauk, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Laporan dari Tim Peduli Bencana di Posko Betumping, yang tidak jauh dari Onggong Lauk, sudah dua hari terakhir, warga kesulitan mendapatkan air bersih.

“Dua hari kemarin air mati,” kata Izzudien koordinator santri. “Hari ini, air ada, tapi kecil.”

Sumber air mereka adalah mata air yang dialirkan dengan pipa paralon. Jarak mata air dengan rumah warga bervariasi. Semakin ke atas gunung, mata air semakin banyak. Tapi, biaya untuk menyalurkan air semakin besar.

Baca Juga: NGERI: PEMILIK SANDAL DITERJANG TSUNAMI

Sejak gempa mengguncang, debit mata air berkurang. Puncaknya terhenti sama sekali dua hari ini.

Bayangkan pembaca, di tengah situasi darurat, di antara gempa susulan yang berdatangan, ujian warga di sana bertambah.

Air sebagai sumber penunjang kehidupan tak mengalir. Bagaimana mereka bisa memandikan anak-anaknya? Membersihkan najis? Memasak? Mencuci? Terbayang kesedihan dan kesusahan warga di sana.

Warga tak tinggal diam. Berikhtiar mencari mata air baru, dengan pipa baru yang dialirkan ke kampung.

Baca Juga: KISAH SANTRI YANG MENGINSPIRASI

Alhamdulillah ada mata air di Gunung. Tapi jaraknya dengan perkampungan warga 2,4 Km.

Sehingga estimasi sementara pipa yang dibutuhkan:

Ukuran satu inchi sebanyak 400 batang (panjang tiap batang enam meter). Pipa ukuran 1 inchi dengan panjang 6 m, susah didapatkan di sini.

Atau pipa sepanjang empat meter, ukuran satu inchi. Diperlukan sebanyak 600 batang.

Rencana anggaran untuk pipa total Rp. 36 juta. Shock, Lem dan lainnya Rp. 4 juta.

Pengerjaannya melibatkan tukang berpengalaman, dibantu relawan santri dan warga. Itupun dikerjakan secara sukarela tanpa dipungut biaya demi menghemat anggaran.

“Malam ini warga mau rapat,” kata Pak Abdurrrahman (50 tahun). “Kami bingung cari dananya.”

Ayo, berlomba dalam kebaikan.

Siapa yang ingin dihilangkan kesulitannya oleh Allah, hendaknya menghilangkan kesulitan muslim lainnya.

Donasi dari kaum muslimin sekalian sangat membantu aksi kemanusiaan Tim Peduli Bencana di lapangan.

Semoga Allah memberi pertolongan dan kemudahan penyediaan air bersih di titik-titik lokasi terdampak bencana.

Baca Juga: Bukti Cinta Untuk Saudara

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
▪+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
▪+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: