+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Cerita Pilu Antara Anak Dan Ibu

  • Home / Cerita Santri / Cerita Pilu Antara…
Cerita Pilu Antara Anak Dan Ibu

Cerita Pilu Antara Anak Dan Ibu

Bagaimanapun kondisinya ibu merupakan orang terdekat kita. Bahkan, sosok ibu adalah deretan sosok yang paling berjasa bagi kehidupan seorang anak. Kasih ibu sepanjang waktu. Kasih ibu tak lekang walaupun tertutup debu.

Bersama ayah, ibu berjuang mati-matian untuk kehidupan anak. Bahkan tidak jarang perjuangan seorang ibu lebih besar daripada seorang ayah. Sembilan bulan mengandungnya, lalu melahirkan dengan pertaruhan nyawa. Ditambah menyusui, merawat, mengasuh, dari buaian hingga dewasa.

Ibu, terimakasih atas jasamu. Ibu, maafkan daku atas semua salah dan durahakaku. Ibu, semoga Allah menjagamu.

Ya Allah, bantu aku untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, terkhusus ibuku. Ya Allah….

“Rabbi, ampunilah aku dan ampunilah kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.” Amiin.

Kisah di bawah ini, kisah pilu antara seorang ibu. Kisah ini mengingatkan saya pribadi terhadap ibuku sendiri.

Baca Juga: Kisah di Petobo (bag. 1 dari 3)

Peluk Jasad Ibu di Bawah Reruntuhan Rumah dan Batu

Tragedi gempa serta tsunami di Palu dan sekitarnya masih menyisakan cerita. Mereka yang selamat, tak sedikit kehilangan orang-orang yang disayang. Seperti dialami seorang anak, Nurul Istikharah.

Tim SAR menemukan Nurul masih hidup. Ia berada di bawah reruntuhan rumahnya di kompleks Perumnas Balaroa, Kota Palu. Proses evakuasi oleh tim SAR dibantu warga berjalan dramatis. Nurul ditemukan dalam keadaan sedang memeluk jasad ibunya. Mereka berdua tertimbun reruntuhan rumah. Hanya saja Allah menakdirkan Nurul masih hidup. Sementara sang ibu meninggal.

Ibu……

Aku rindu ibu…..

(Semoga menjadi pelajaran, terkhusus bagi yang masih memiliki ibu. Jaga ibumu kawan!)

Baca Juga: Kisah Bayi Hilang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: