+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Bencana Palu Yang Bikin Pilu

  • Home / Cerita Santri / Bencana Palu Yang…
Bencana Palu Yang Bikin Pilu

Bencana Palu Yang Bikin Pilu

Dr Eka Erwansyah, seorang dosen ilmu kedokteran Unhas adalah salah satu anggota tim relawan dari Unhas. Saat berbincang-bincang dengan Tim Peduli Bencana, beliau menyatakan bahwa bencana di bumi Palu ini sangat luar biasa. Berikut penuturan yang bisa kami himpun dari sang dosen:

Bencana Palu dalam pandangan beliau bukan hanya bencana luar biasa, tapi sungguh sangat luar biasa. Mengapa? Karena dalam kejadian suatu bencana biasanya hanya ada satu atau dua jenis bencana, entah gempa saja atau gempa plus tsunami.

Baca Juga: Hujan Tiga Hari, Kondosi Palu Terkini

Bencana Aceh didahului gempa tapi bencana yang sebenarnya adalah hanya satu yaitu tsunami. Adapun di Palu ada tiga bencana:

Pertama adalah gempa itu sendiri yang mengakibatkan banyak korban tertimbun reruntuhan bangunan.

Kedua adalah tsunami, sekitar seribu orang yang berada di sekitar pantai menuju pembukaan Festival Nomoni, tersapu bersih oleh tsunami.

Ketiga adalah fenomena lumpur (likuifaksi) yang menenggelamkan perkampungan dalam sekejap. Tanah yang ada tiba-tiba mencair dan menyembur dari dalam bumi. Diperkirakan telah mengubur sekitar 700 orang hidup-hidup dan sebagian harta bendanya.

Tak hanya itu, fenoemena likuifaksi juga mengubur paksa sekitar 200 siswa SMA yang sedang berkemah di Desa Jono Oge, kabupaten Sigi. Lumpur tiba-tiba menyembur dari bumi dan menimbun mereka seketika.Sang dosen melanjutkan bahwa beliau dan teman-teman anggota tim lainnya yang tergabung di dalam Tim Unhas sudah berada di lokasi kampung yang hilang, Petobo, daerah Sigi. Saat beliau menghimpun data-data korban, beliau mengaku tak kuasa tahan tangis, karena ada seorang bapak yang melaporkan anaknya yg hilang.

Baca Juga: Cerita Pilu Antara Anak Dan Ibu

Bapak itu curhat, ketika dia antarkan anaknya mengaji, jarak rumahnya dan rumah tempat mengaji hanya dipisahkan oleh jembatan, begitu anaknya diturunkan, dia pun balik arah ke rumahnya, ketika bapak itu mau masuk ke rumah tiba-tiba mendengar bunyi “bbluuumm..”.

Dia pun langsung balik badan dan ternyata dia hanya melihat hamparan tanah kosong berlumpur?! Kemana perginya rumah-rumah satu perkampungan ???
Hanya dlm hitungan detik, semua hilang!

Allahu akbar.. Allahu akbar..

Selamat bertugas Pak Dosen, semoga Allah membalas lelah dan letih Anda dalam membantu saudara-saudara kami di Palu.

Ya Allah, rahmatilah kami yang penuh dosa ini…

Janganlah engkau adzab kami karena dosa-dosa kami..

Ampunilah segala kedurhakaan kami kepada-Mu..

Dan bimbinglah kami untuk bisa bertaubat dan kembali ke jalan-Mu..

Keterangan:
Penuturan Dosen tersebut kami himpun dengan beberapa tambahan dari Tim Peduli Bencana. (ASH)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: