+62 852-5973-8752 info@pedulibencana.com

Sirenja Menyapa

  • Home / Informasi / Sirenja Menyapa
Sirenja Menyapa

Sirenja Menyapa

Terik matahari, tak menghalangi kepergian Tim Peduli Bencana (TPB) ke Sirenja, salah satu kecamatan di wilayah Donggala. Sabtu, 10 November 2018 pukul 11.00 Wita, berangkatlah TPB ke Sirenja guna memastikan informasi dari bapak Aswin (50), warga Palu yang keluarganya menjadi korban gempa dan tsunami di Sirenja.

Sirenja merupakan kecamatan yang terdiri dari 13 Desa. Sebagian besar desa berada di wilayah pesisir pantai. Perjalanan dari Kota Palu ditempuh dalam waktu 1,5 jam.

Lende Tovea

Salah satu desa yang mengalami kerusakan parah akibat tsunami. Hasil wawancara langsung degan Pak Nasir, ketua RT di Dusun 2, Lende Tovea. Beliau mengabarkan bahwa
di dusun ini terdapat 6 orang meninggal dan 10 orang luka parah. Ada 275 KK atau sekitar 700- an jiwa hingga hari ini masih memilih tidur di tenda darurat yg dipasang di halaman rumahnya masing-masing.

Bapak Andri Candra (44) , Kepala Seksi Petanahan Kab. Donggala, yang sedang melakukan survei lokasi menyampaikan bahwa Pemda Donggala telah memberi bantuan berupa genset dan fasilitas MCK di tiap-tiap Dusun. Adapun sarana air bersih belum terpenuhi. Banyak pipa air yg patah dan bocor. Beliau mengusulkan penggunaan teknologi Hidran Air, namun secara teknis perlu survei lanjutan. Info dari tukang air sekitar 6 meter dalam tanah sdh bisa keluar air.

Dampal

Desa berikutnya yang dikunjungi oleh TPB, hasil wawancara langsung dengan Pak Muhdar, Ketua RT Dusun 3, Dampal, didapatkan informasi bahwa di lokasi ini juga terkena dampak akibat gempa dan tsunami, banyak rumah yg tidak layak huni sehingga mengharuskan masyarakat tinggal di tenda pengungsian. Di Dusun ini ada 20 KK atau sekitar 100 – an jiwa . Adapun bantuan sembako yang diterima sangat minim. Untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang hajat, mereka harus ke sungai yg jaraknya 80 meter dari tempat pengungsiannya berhubung bak penampungan air yg ada, memiliki debit air yang kecil.

Di akhir obrolan, Pak Muhdar dan Ibu Nursyam, kordinator pengungsi di Dusun tersebut meminta ada tausiyah dari TPB bagi masyarakat. Tempatnya bisa di masjid atau di luar masjid di area pengungsian.

Begitu banyak yang menanti kepedulian kita. Setingkat dusun saja sudah mengalami problem yang cukup mendasar. Itupun baru di dua desa. Bagaimana dengan dusun dan desa lainnya.

Hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan. Kalau ukuran manusia, kita tak mampu mengcover semuanya. Namun yakinlah bahwa ketakwaan kita akan mendatangkan pertolongan-Nya.

Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram: https://t.me/pedulibencana
Official Website: https://pedulibencana.com
Twitter: @peduli_bencana
Email:info@pedulibencana.com

Contact Person:
▪️+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
▪️+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
▪️+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
▪️+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu

Leave a Reply

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

%d مدونون معجبون بهذه: